HP/WA: 0812-7158-109

Napro.id tawarkan investasi properti beristem crowdfunding

By in Ekonomi dan bisnis with 0 Comments

PELUANG USAHA / START UP Napro.id tawarkan investasi properti beristem crowdfunding Minggu, 14 Januari 2018 / 17:49 WIB Napro.id tawarkan investasi properti beristem crowdfunding BERITA TERKAIT

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Investasi pada aset properti kerap dihindari karena dirasa harus menyiapkan modal yang besar. Melalui sistem crowdfunding yang tengah dipersiapkan perusahaan startup Nabungproperti (Napro.id), calon investor dapat mendapatkan yield dari properti tersebut, tanpa memilikinya secara langsung.

Crowdfunding secara garis besar adalah alternatif untuk mendapatkan modal yang memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang bersama-sama mengumpulan dana untuk mewujudkan suatu proyek.

BACA JUGA :

COO Napro.id, Sandra Vandhi menjelaskan, proyek investasi properti alternatif ini menyasar kalangan eksekutif muda yang tertarik pada investasi properti namun segan karena tidak memiliki modal yang mencukupi. Dengan demikian, Napro.id membuka kesempatan menabung properti dari Rp 500.000 dan kelipatannya.

Prosesnya adalah, setelah membuka akun pada situs Napro.id, calon investor mendapat kesempatan untuk memilih skema unit properti yang telah disiapkan. Adapun properti yang disiapkan berasal dari developer anak BUMN seperti Adhi Persada berupa unit rumah dan apartemen yang sedang dalam tahap pengembangan.

"Kenapa BUMN, karena mereka memiliki garansi pasti akan menyelesaikan pembangunannya," jelas Sandra pekan ini.

Setelah memilih unit dan menyetor dana, Napro.id akan menunggu hingga mencapai target pendanaan sebelum menutup lot lelangnya dan Napro.id akan membeli unit tersebut langsung ke developer. Kemudian sesuai skema tabungan unit yang dipilih, misal tabungan ditahan selama 12 bulan ataupun dua tahun, baru pada saat jatuh tempo dana akan dikembalikan ditambah kelipatan bunga tabungan. Serta setelah properti dijual, investor menadapatkan yield proporsional sesuai porsinya pada lot tersebut.

"Tingkat kenaikan properti itu besar dan kami akan kasih garansi return," kata Sandra. Ia memberikan kisaran return yield sebesar 10%-12% untuk setiap unitnya, namun bisa lebih besar bila hasil penjualan properti tersebut ternyata lebih besar dari perkiraan.

Sandra memberikan garansi investasi pada platform fintech properti ini akan bersifat aman lantaran Napro.id akan membeli tunai unit propertinya. Dengan demikian, underlying asset jelas ada serta dilengkapi surat pesanan dan surat perjanjian pengikatan jual beli (PPPJB).

Proyek startup ini sudah dikembangkan sejak Juli 2017 dan bakal meluncur bulan ini. Proyek ini juga salah satu peserta program kolaborasi PT Bank DBS Indonesia dengan Founders Institute dalam pengembangan industri fintech di Indonesia. =

Reporter Tane Hadiyantono Editor Rizki Caturini

STARTUP

  1. Ini sanksi gunakan bitcoin sebagai alat pembayaran di Indonesia
  2. Program KUR rawan dibobol
  3. Bahana Sekuritas rekomendasikan saham-saham ini di 2018
  4. Kasus Fredrich, ICW ingatkan pengacara tak kebal hukum
  5. Strategi tambal sulam untuk kendalikan harga beras
  1. Ini harga terbaru 40 merek rokok pasca cukai naik
  2. Ahok gugat cerai Veronica Tan?
  3. Kronologi rekayasa tabrak tiang listrik Setnov
  4. Aksi stand up Joshua Suherman jadi sorotan
  5. Susi tak dibolehkan untuk tenggelamkan kapal lagi

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Share This
About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *