HP/WA: | 0813-677-88-988 | 0813-6861-3535 | 0812-94-281-789

Penyebab dan Kelompok Kasus Pertanahan Yang Menonjol Di Indonesia

By in Artikel Umum with 0 Comments

sengketa tanah3Banyak permasalahan dan kasus-kasus pertanahan ada yang di Indonesia. Tapi mana apa penyebab kasus pertanahan yang menonjol?. Saya coba copas dari sebuah lokakarya oleh instansi yang terkait. Oh iya, penyebab  kasus pertanahan ini dan pengelompokannya dikemukakan sebagai sebuah artikel tidak ada kaitan maksud khusus, hanya dalam kaitannya untuk pengetahuan kita semata.

Pada akhir-akhir ini masalah pertanahan mencuat di permukaan dan banyak diungkap di surat kabar atau majalah. Pada-umumnya kasus-kasus yang muncul bukannya kasus baru tetapi kasus yang terjadi beberapa tahun yang lalu, bahkan ada kasus yang terjadi 20 tahun yang lalu sekarang dimunculkan kembali. Motif dan latar belakang dari pada munculnya kasus-kasus pertanahan sangat bervariasi.

Penyebab munculnya kasus-kasus pertanahan adalah:

1)  Kurang tertibnya administrasi pertanahan di masa lampau.

2)  Harga tanah yang meningkat dengan cepat, terutama di kota-kota, disebabkan semakin banyaknya permintaan akan tanah, baik karena pertumbuhan penduduk yang cepat, maupun cepatnya laju pembangunan.

3)  Iklim keterbukaan sebagai salah satu kebijaksanaan yang digariskan pemerintah.

4)  Adanya pihak-pihak yang menggunakan kesempatan untuk mencari keuntungan materiil yang tidak wajar atau menggunakannya untuk kepentingan politik, termasuk para ’’perantara” atau ’’Kuasa Hukum”.

sengketa tanah 2Khusus adanya penyebab yang terakhir kita perlu waspada dan bijaksana dalam menanganinya, karena mereka tidak segan-segan untuk menggunakan segala macam cara untuk mencapai maksudnya.

Mengenai masalah-masalah dan kasus-kasus pertanahan juga sangat bervariasi namun secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi 5 kelompok kasus pertanahan yaitu sebagai berikut:

Kelompok Pertama

Penggarapan secara tidak sah atas areal perkebunan, tanah kehutanan, tanah negara dan lain-lain tanah pemerintah (Undang-undang No. 51 Prp, Tahun 1960).

Kelompok Kedua

Masalah pertanahan yang berkaitan dengan pelaksanaan landreform (Pelaksanaan Undang- undang Nomor 1 Tahun 1958, tanah absentee, tanah kelebihan batas maksimum).

sengketa_tanahKelompok Ketiga

Masalah pertanahan yang berkaitan dengan pelaksanaan pendaftaran tanah (tanda bukti bekas hak adat, sertipikat cacat hukum, sertipikat aspal, sertipikat palsu, sertipikat ganda).

Kelompok Keempat

Masalah yang timbul sebagai ekses- pelaksanaan pembebasan tanah untuk pembangunan (ganti rugi), santunan, recognisi, penggusuran, pemilik tidak bersedia melepaskan hak).

Kelompok Kelima

Sengketa perdata melalui Badan peradilan (lamanya proses di pengadilan, banding, kasasi, peninjauan kembali, masalah status quo, eksekusi sulit dilaksanakan, dan lain-lain).

Dari kasus-kasus pertanahanha tersebut di atas yang akhir-akhir ini sangat menonjol adalah kelompok kesatu dan keempat.

Share This
About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Hi... Memerlukan Informasi tambahan? WA 0813-677-88-988