Deras laba dari jasa binatu self service

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Deras laba dari jasa binatu self service Rabu, 05 Juli 2017 / 17:10 WIB Deras laba dari jasa binatu self service

JAKARTA. Usaha laundry memang tidak ada matinya. Lihat saja saat ini semakin banyak usaha jasa cuci pakaian bermunculan. Fenomena ini terjadi seiring semakin padatnya aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

Demi memenuhi tuntutan konsumen, konsep usaha binatu dalam negeri juga mulai berkembang. Salah satunya adalah laundry dengan konsep pelayanan sendiri atau self service yang kini mulai menjamur di beberapa wilayah, terutama di kota besar.

Salah satu pemainnya adalah Aqua Nano asal Malaysia. Beroperasi sejak 2009 lalu di Malaysia, kini Aqua Nano mulai menjajaki pasar Indonesia. Usaha laundry asal Jiran ini resmi masuk Indonesia tahun 2015.

Wisnu Sampurna, Franchise Manager PT AquaNano Indonesia Group mengatakan, sudah ada 25 mitra yang bergabung dengan persebaran lokasi di Tengerang, Bandung, Cirebon, Surabaya, Jakarta dan Makassar.

Meski konsep awalnya adalah self service, Aqua Nano juga memberikan layanan full service. Alasannya, budaya masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan self service sehingga belum bisa diterapkan 100%. "Tapi ke depan ini akan menjadi tren," katanya pada KONTAN, Kamis (15/6).

Sama seperti laundry lainnya, Aqua Nano melayani cuci baju kiloan dengan harga Rp 25.000 per 5 kilogram (kg) khusus untuk cuci dan lipat. Sementara untuk cuci, kering dan setrika Rp 45.000 per 5 kg.

Full operation

Aqua Nano menawarkan dua paket kemitraan. Pertama, paket empat mesin senilai Rp 290 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah empat mesin cuci, perlengkapan laundry, deterjen, parfum, branding dan perlengkapan tambahan lainnya.

Kedua, paket delapan mesin senilai Rp 550 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra sama dengan paket sebelumnya. Hanya untuk paket ini mesin cuci yang didapat ada delapan unit.

Untuk paket ini, calon mitra juga harus menyiapkan lokasi dengan luas minimal 4,5×15 meter atau setara dengan satu unit ruko dua lantai. Mitra tidak perlu repot mencari karyawan karena manajemen menggunakan sistem full operation dengan sistem bagi hasil 20% untuk manajemen dan 80% sisanya untuk mitra.

Perlu dicatat, modal tersebut belum termasuk biaya renovasi dan sewa lokasi. Kerjasama ini tidak mengenakan franchise fee untuk lima tahun pertama. Baru saat masuk lima tahun kedua dikenakan biaya sebesar Rp 30 juta. Lainnya, mitra juga wajib mengambil seluruh kebutuhan laundry seperti deterjen, parfum dan lainnya dari pusat.

Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal yang diperlukan mitra hanya sekitar sembilan bulan. Dengan catatan, total omzet saban hari sebesar Rp 4 juta. Bila dikalkulasi, total omzet mitra dalam sebulan Rp 120 juta. Setelah dikurangi biaya operasional, porsi keuntungan bersih mitra sekitar 40%.

Pengamat waralaba Erwin Halim menilai, konsep coin laundry atau self service terbilang baru di Indonesia sehingga harus disediakan orang yang dapat membimbing konsumen. "Konsep ini biasa saja, konsumen memilih ini karena tidak ingin bajunya di campur dengan lainnya dan agar cepat," katanya.

Menurutnya, konsep ini lebih cocok digunakan di kota-kota besar atau di kawasan apartemen yang masyarakatnya sudah biasa dengan konsep ini.

Aqua Nano Rukan Sinpasa Blok B 26, Summarecon Bekasi Tlp. 081379211311

Reporter Tri Sulistiowati Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Bandara Lion Air masih pembebasan lahan
  2. Lebaran, Seaworld Ancol diserbu wisatawan
  3. Pundi Lebaran JSMR tak signifikan
  4. DPR: Jika OJK dibiayai APBN, harus ubah UU
  5. IPA: PP 27 belum cukup tarik investasi hulu migas
  1. ROTI catatkan penurunan laba 67%
  2. DPR: Jika OJK dibiayai APBN, harus ubah UU
  3. Sandiaga Uno siap tampung ide AHY untuk Jakarta
  4. Pemerintah pastikan reklamasi terus jalan
  5. Hary Tanoe diperiksa sebagai tersangka hari ini

Feedback ↑ x Feedback ↓ x

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG