Gurih renyah cuan kemitraan lumpia

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Gurih renyah cuan kemitraan lumpia Minggu, 19 November 2017 / 12:05 WIB Gurih renyah cuan kemitraan lumpia

KONTAN.CO.ID – Lumpia adalah kudapan tradisional yang sudah tak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Luasnya potensi pasar lumpia membuat banyak orang tertarik untuk menekuninya sebagai bisnis. Bahkan di Semarang, lumpia menjadi oleh-oleh wajib. Namun, tawaran kemitraan kali ini datang dari Lumpia Basah Bandung (Lumbaba) asal Bekasi, Jawa Barat besutan Okki Indiyanto.

September lalu, Okki baru menawarkan kemitraan Lumbaba. Saat ini, Lumbaba sudah memiliki dua gerai di sekitar Bekasi.

Ada dua paket investasi yang ditawarkan, yaitu paket Rp 3,5 juta dan paket Rp 5,5 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas gerobak/ booth, kompor gas, slang dan regulator tanpa tabung gas, peralatan operasional lainnya seperti wajan, teflon, wadah bahan baku, wadah bumbu, coolbox.

Selanjutnya, mitra juga mendapat kemasan berbentuk kotak mika dan sumpit, bahan baku awal sebanyak 200 porsi, dan pelatihan karyawan.

Okki menjelaskan perbedaan kedua paket tersebut ada pada bentuk dan kualitas bahan gerobak, jumlah bahan baku awal dan peralatan operasional. "Paket Rp 3,5 juta tetap dapat gerobak, tapi ukurannya lebih kecil dan bahannya dari aluminium. Sedangkan paket Rp 5,5 juta bahan gerobak dari kayu," jelasnya.

Lumbaba menawarkan lumpia dengan berbagai macam isian, seperti original (isi rebung), telur, ayam, bakso dan sosis. Harganya mulai Rp 7.000–Rp 12.000 per buah.

Okki mengatakan, target omzet tiap gerai Lumbaba Rp 300.000–Rp 500.000 per hari. Maka, dalam satu bulan, gerai mitra dapat mengantongi omzet sekitar Rp 9 juta–Rp 15 juta. Dengan omzet tersebut, mitra diprediksi dapat mencapai balik modal dua hingga tiga bulan. Laba bersih yang didapat bisa mencapai 30% – 40%.

"Mitra bisa balik modal lebih cepat karena tidak wajib membeli bahan baku dari pusat. Semua resep kami beri ke mitra. Lagipula kami tidak menarik biaya franchise bulanan juga," tutur Okki.

Selain itu, Okki juga memperbolehkan mitra menggunakan brand atau mereknya sendiri, tidak harus Lumbaba. Ia tidak mematok target pasti soal penambahn jumlah mitra tiap tahun.

Reporter Elisabeth Adventa Editor Johana K.

KEMITRAAN

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=f7snp7QHGlE]

  1. Pintu ampunan pajak dibuka lagi
  2. Matahari kembali menutup dua gerai
  3. Setnov pakai infus bayi, pengacara: Dia kan bayi!
  4. Tiga sektor saham mengungguli IHSG
  5. Usus tentara pembelot Korut dipenuhi parasit
  1. PLN siap tanggung biaya ganti MCB
  2. Fahri: Saya tidak percaya, kita semua sudah gila
  3. Tarif tol ruas Cikupa-Merak naik per 21 November
  4. Terbukti monopoli di Medan, PGN didenda Rp 9,92 M
  5. Jasa Marga kebut pembangunan Tol Manado-Bitung

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG