Hangat membara peluang gerai Sosis Bakar Asmara

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Hangat membara peluang gerai Sosis Bakar Asmara Selasa, 25 April 2017 / 17:41 WIB Hangat membara peluang gerai Sosis Bakar Asmara

JAKARTA. Olahan sosis rupanya masih belum kehilangan pamornya. Camilan ini masih banyak diburu oleh konsumen. Rasanya yang khas dan ukurannya yang pas membuat banyak orang tertarik.

Ranintya Puspita Asmara, pemilik Sosis Bakar Asmara pun mengatakan potensi bisnis sosis masih sangat besar. Alasannya, sosis cukup mudah diolah dan dikreasikan sehingga konsumen tidak bosan.

Perempuan yang akrab disapa Ranin ini mulai membesut gerainya sejak 2014 di Surabaya. Respon positif konsumen pun menjadi modalnya untuk membuka tiga cabang Sosis Bakar Asmara di Surabaya.

Lanas, dia menawarkan kemitraan pada 2015. Kini, dia sudah membuka 35 gerai mitra di Kalimantan, Sumatra (Riau dan Aceh), dan Surabaya.

Tampil beda, Ranin mengolah sosis menyerupai steik, lengkap dengan kentang goreng serta sayuran. Ada 30 menu dengan harga mulai Rp 10.000-Rp 65.000 per porsi.

Dia mengklaim kelebihan produknya adalah dibuat secara homemade, higienis, dan tanpa MSG serta pengawet. Meski begitu, sosis miliknya mampu bertahan sampai tiga bulan bila disimpan dalam freezer.

Sosis Bakar Asmara menawarkan empat macam paket kemitraan. Terdiri dari, paket gerobak A dengan investasi Rp 20 juta, paket gerobak B senilai Rp 17 juta, paket gerobak C Rp 12 juta, dan paket gerobak D Rp 7 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra sama, yang membedakan hanya ukuran dan bahan baku booth, jumlah bahan baku, serta menu yang dijual.

Sebagai contoh, paket gerobak A, mitra akan mendapat booth dua meter, bahan baku awal 4,5 kg dan menulengkap. Sedangkan, untuk paket gerobak D, mitra akan mendapat booth dengan ukuran lebih kecil, menu basic dan bahan baku awal. "Kalau untuk paket Rp 20 juta, mitra bisa menjual seluruh menu yang kami punya," katanya.

Berdasarkan perhitungan Ranin, waktu balik modal mitra hanya sekitar empat bulan. Dengan catatan, tiap harinya bisa mencapai target omzet sekitar Rp 500.000. Setelah dipotong, biaya belanja bahan baku dan operasional, keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar 28% dari omzet.

Untuk mendukung usaha mitra agar terus berkembang, tim manajemen memberikan training berkala kepada karyawan. Bahkan, untuk mitra yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya, mereka membantu untuk mendapatkan karyawan dan lokasi usaha. Makanya, usaha ini mengenakan royalti fee sebesar 20% dari perolehan omzet tiap bulan.

Reporter Tri Sulistiowati Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Diminta lanjutkan reklamasi, ini kata Sandiaga
  2. Rupiah jaga posisi unggul terhadap dollar AS
  3. Jamaah umroh First Travel ancam tarik dana
  4. Tarif LRT Jabodetabek dipatok Rp 12.000
  5. Pesta besar bagi-bagi dividen saham
  1. Diminta lanjutkan reklamasi, ini kata Sandiaga
  2. Anies-Sandi unggul, waspadai sektor properti!
  3. Simulasi cicilan per bulan DP 0% dari KPR syariah
  4. Anies Sandi menang, buruh tuntut UMP Rp 4 jutaan
  5. Banyak hal penyebab Ahok kalah Pilgub DKI

Feedback ↑ x Feedback ↓ x

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG