Membungkus hangat fulus Istant Dimsum

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Membungkus hangat fulus Istant Dimsum Selasa, 19 September 2017 / 08:10 WIB Membungkus hangat fulus Istant Dimsum

KONTAN.CO.ID – Meski sejak lama sudah akrab di lidah kita, dimsum tak pernah membosankan. Rasanya yang gurih plus ukurannya yang mungil membuat dimsum cocok menjadi kudapan bila tak ingin terlalu kenyang. Rasanya pas buat camilan saat bertemu teman.

Sudah membuka gerai Istana Dimsum sejak 2010, Harmoko pun merasakan bisnis dimsun tak pernah surut. Ia membuka gerai pertamanya di Pamulang, Tangerang Selatan. Kini, gerainya sudah bertambah menjadi delapan cabang.

Setahun berbisnis dimsum, Moko, panggilan akrabnya, menawarkan kemitraan Istana Dimsum pada 2011. Namun, meski sudah enam tahun berlalu, dia baru membuka tiga gerai mitra di seputar Jabodetabek.

Pasalnya, Moko juga menawarkan kesempatan menjadi reseller. "Kebanyakan mitra kami adalah reseller, jumlahnya sudah ratusan dan jangkauannya hingga sudah sampai di Semarang dan Lampung," katanya.

Dia mengklaim, kelebihan produknya terletak dari bahan baku, yakni 100% daging ayam giling, Meski bebas pengawet, dimsumnya bisa tahan hingga 26 hari, bila disimpan dalam freezer dan 16 jam dalam suhu ruangan.

Saat ini, dia lebih fokus dalam urusan produksi. Saban hari, ia menghasilkan 6.000 sampai 7.000 biji. Dapur pusatnya berada di wilayah Condet, Jakarta Timur.

Ada 15 macam dimsum yang dia tawarkan. Namun, hanya sembilan yang diproduksi rutin, seperti dimsum ayam wortel, kepiting, cumi, lumpia, dan lainnya. Harganya Rp 12.000 per porsi (isi empat biji).

Istana Dimsum, menawarkan kemitraan senilai Rp 15 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah booth, 50 porsi dimsum, perlengkapan memasak, pelatihan dan branding dan peralatan lainnya. Mitra wajib mengambil dimsum dari pusat.

Berdasarkan perhitungannya, dalam waktu tiga bulan mitra sudah bisa balik modal. Asalkan, tiap harinya bisa menjual sekitar 60 porsi. Keuntungan bersih yang bisa mitra kantongi berkisar 30%-40% dari omzet.

Untuk tahun ini, Moko masih enggan memasang target penambahan mitra. Dia masih fokus melayani permintaan mitra dan juga para reseller.

Untuk menaikkan brand image produknya, dia banyak menggunakan media digital seperti Facebook dan juga Instagram.

Reporter Tri Sulistiowati Editor Johana K.

KEMITRAAN

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=NlBJJUu7JsQ]

  1. Petinggi BCA lepas sebagian kepemilikan saham
  2. Soal ajakan nobar film G30S/PKI, ini kata Jokowi
  3. Sektor-sektor saham jagoan pada 2018
  4. Kurator tagih Rp 1,5 triliun aset Pandawa
  5. Biaya top up e-money dilaporkan ke ombudsman
  1. Selain HP, sepeda juga harus dilaporkan di SPT
  2. DPR soroti langkah Menteri KLH soal reklamasi
  3. Kata Apindo soal pencabutan moratorium reklamasi
  4. Bola panas biaya top up uang elektronik di BI
  5. Utang luar negeri Indonesia menjadi US$ 339,9 M

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG