Menakar kesegaran bisnis minuman sirup

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Menakar kesegaran bisnis minuman sirup Senin, 29 Mei 2017 / 16:31 WIB Menakar kesegaran bisnis minuman sirup

JAKARTA. Menjelang bulan Ramadan permintaan akan minuman segar dipastikan bakal melonjak. Perpaduan minuman sirup dan soda bisa menjadi pelepas dahaga yang menyegarkan setelah seharian penuh menjalani ibadah puasa. Terlebih sekarang sudah mulai masuk musim kemarau.

Kondisi ini juga yang mendorong banyak pelaku usaha gencar menawarkan kemitraan. Salah satunya adalah Nurvita Maretha asal Jember, Jawa Timur yang menawarkan kemitraan minuman segar dengan merek Mo_gem Drink.

Berdiri sejak 2015, Nurvita langsung menawarkan kemitraan. Saat ini, Mo-Gem Drink sudah memiliki sekitar 30 mitra yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Bandung dan lainnya. “Mitra banyak di luar pulau, yang belum hanya Papua saja,” kata Nurvita.

Kemitraan ini menawarkan tiga paket investasi, mulai dari paket senilai Rp 6 juta, Rp 10 juta dan paket Rp 15 juta. Dalam paket Rp 6 juta mitra mendapat booth portable, peralatan masak dan saji, perlengkapan promosi, video cara meracik minuman serta bahan baku sirup 23 botol dan wadah 600 pouch.

Mitra paket Rp 10 juta dan paket Rp 15 juta juga mendaoat fasilitas yang kurang lebih sama. Hanya bedanya ada pada jenis dan desain booth yang menggunakan bahan kayu.

Selain itu mitra juga mendapat lebih banyak varian menu. Pada paket Rp 6 juta hanya tersedia 13 varian rasa, sedangkan paket yang lebih mahal mendapat 25 varian rasa. Bila mitra ingin menambah varian rasa, akan dikenakan harga Rp 250.000 sampai dengan Rp 300.000 untuk satu varian rasa baru.

Kemitraan ini tidak menerapkan biaya royalty. Nurvita juga membebaskan mitranya untuk membeli bahan baku di luar pusat. “Sirup mitra bisa beli di luar, tetapi kalau tidak menemukan sirup yang sama maka mitra harus beli sirup dari pusat,” kata Nurvita.

Sirup yang wajib beli di pusat adalah sirup orginal dan sirup racikan khusus seharga Rp 30.000 hingga Rp 120.000 per botol ukuran 800 ml. Nurvita memperkirakan, mitranya dapat meraup omzet Rp 600.000-Rp 700.000 per hari untuk paket Rp 6 juta. Sedangkan paket yang lebih tinggi bisa meraih omzet Rp 1 juta per hari. Laba bersih usaha ini berkisar 70%-80%.

Dengan begitu Nurvita memperhitungkan mitra bisa mendapatkan modalnya kembali dalam dua bulan. Dengan syarat, mitra mampu menjual minimal 50-70 cup per hari.

Ada pun harga jual Mo-gem Drink dibanderol Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per cup. Namun, Nurvita membebaskan mitranya untuk menetapkan harga jual. “Di luar Jember mitra biasa jual Rp 10.000 –Rp 12.000,” katanya.

Nurvita mengklaim, kelnihan Mo_gem Drink memiliki rasa yang segar karena mengikuti konsep minuman ala kafe. "Selain itu, penyajian juga unik dan gampang ditemui di pinggir jalan," cetusnya.

Reporter Danielisa Putriadita Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Tahun depan Ditjen Pajak siap kelola big data
  2. Dana asing keluar dari SBN cuma sementara
  3. Lebaran, angkutan barang dilarang di tol Jawa
  4. Mandiri siapkan Rp 4 triliun untuk LRT
  5. Jonan buat aturan kontroversial di minerba (2)
  1. Di balik alasan Ahok batal ajukan banding
  2. Pisah dari Kemkeu, aparat Pajak makin galak
  3. Eh, ada yang menyediakan modal usaha
  4. Auditor utama BPK terjaring OTT KPK
  5. AJI kecam aksi FPI intimidasi pengguna medsos

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG