Menangkap peluang berjualan burger hitam

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Menangkap peluang berjualan burger hitam Senin, 17 April 2017 / 16:23 WIB

JAKARTA. Bisnis kuliner tidak ada matinya. Tengok saja bisnis burger. Sampai saat ini, burger masih menjadi salah satu menu populer di Indonesia.

Untuk menarik minat konsumen, belakangan makin banyak pebisnis burger melakukan inovasi. Salah satu menu burger yang sempat ngetren adalah burger hitam. Disebut burger hitam karena menggunakan roti berwarna hitam, bukan dilapisi roti berwarna cokelat seperti pada umumnya

Meski sudah mulai dikenal sejak tiga tahun lalu, tapi pelaku usaha burger hitam belum terlalu banyak. Memanfaatkan peluang ini, Roy Nando turut meramaikan bisnis burger hitam dengan mengusung brand Burger Gosong yang didirikan tahun 2016 silam.

Sejak pertama kali didirikan, Burger Gosong yang berpusat di Lubang Buaya, Jakarta langsung menawarkan kemitraan. Saat ini jumlah mitranya berkisar 50-60 di Jawa, Bandar Lampung, Padang, hingga Sumenep.

Roy bilang, ada tiga paket investasi yang dapat dipilih oleh mitra yang ingin bergabung. Ketiga paket itu mulai dari Rp 1,85 juta, Rp 3 juta, dan paket Rp 4 juta. Perbedaan ketiga paket ada pada kelengkapan alat yang didapatkan.

"Kalau paket Rp 1,85 juta itu tidak dapat booth, paket lainnya sudah ada booth" jelas Roy. Peralatan lain yang didapatkan mitra saat bergabung adalah alat penyajian burger dan hotdog lengkap, seperti teflon dan kompor, serta peralatan tambahan seperti wadah saos hingga daftar menu.

Di awal, mitra juga akan mendapatkan bahan baku lengkap. Untuk menu burger hitam, mitra mendapatkan 18 porsi burger hitam reguler, dan 18 porsi burger hitam premium. Selain itu, mitra juga akan mendapatkan 12 porsi hotdog. Kuantitas bahan baku ini berlaku sama untuk semua jenis paket investasi.

Di setiap gerai Burger Gosong, konsumen dapat menemukan menu burger hitam dan hotdog. Satu menu burger hitam reguler dijual seharga Rp 10.000 hingga Rp 18.000. Untuk burger hitam premium dihargai Rp 13.000-Rp 25.000. "Hotdog harganya Rp 15.000," ujar Roy.

Roy menargetkan omzet mitra mencapai Rp 400.000 per hari. Dengan omzet tersebut, mitra bisa meraup keuntungan bersih sebesar 30%. "Jadi balik modal itu sekitar 2 bulan," tuturnya.

Balikl modal bisa cepat karena tidak ada pungutan biaya selain dari pembelian bahan baku. Agar target tercapai, mitra harus memilih lokasi di tempat strategis.

Reporter Nisa Dwiresya Putri Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. ENRG lanjutkan rencana pelepasan Blok Buzi
  2. MKBD dua sekuritas Rp 0
  3. Ekonom ramal neraca dagang Maret kembali surplus
  4. BI: Kurs rupiah tahun ini bisa menguat 1%
  5. Mencari pengganti Pahala di tubuh Bank Mandiri
  1. Tamasya Al Maidah klaim diikuti 1,3 juta orang
  2. Lelaki bercadar serang Mapolres Banyumas
  3. Arab tak cukup dipayungi ketika hujan, Pak Jokowi
  4. Kata pebisnis soal rencana kaji ulang aturan pajak
  5. PPP tetap terpecah di Pilgub DKI

Feedback ↑ x Feedback ↓ x

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG