Menghirup wangi bisnis kafe kopi

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Menghirup wangi bisnis kafe kopi Selasa, 20 Juni 2017 / 15:24 WIB Menghirup wangi bisnis kafe kopi

JAKARTA. Kedai kopi atau coffee shop masih menjadi pilihan banyak orang untuk menikmati secangkir kopi atau berkumpul dengan teman-teman. Rasa kopi yang nikmat dan suasanya yang santai dan nyaman untuk bercengkeramah menjadi salah satu alasan mengunjungi kedai kopi.

Tak heran bila kedai kopi selalu ramai pengunjung. Besarnya potensi ini, membuat banyak pengusahanya mulai menawarkan kemitraan. Salah satunya adalah Anomali Coffee.

Usaha kedai kopi khas Indonesia ini sudah mulai dibuka sejak tahun 2007 lalu. Gerai pribadinya pun sudah ada delapan yang tersebar di Jakarta dan Bali.

Awal tahun 2017, mereka mulai memawarkan kemitraan. Ryo Limijaya, Marketing Manager PT Anomali Coffee mengaku sudah ada dua mitra yang bergabung. Anomali cukup selektif dalam memilih mitra. "Mitra harus mengerti benar nilai dan visi misi kami, tak sekedar menanamkan modal," ujar Ryo,

Ada sekitar 35 jenis minuman yang dijual. Selain kopi, Anomali juga menyiapkan teh, jus dan coklat. Jangan khawatir, sembari minum kopi, ada sekitar 13 menu makanan yang disediakan. Kelebihan Anomali adalah kelengkapan jenis kopi khas Indonesia. Selain itu, kualitas kopi dari Sabang sampai Marauke pun terjamin. Menyasar kalangan menengah, banderol harga mulai Rp 22.000 sampai Rp 50.000 per porsi.

Perhatikan suasana

Anomali Coffee, menawarkan kerjasama senilai Rp 3 miliar. Modal tersebut sudah termasuk franchise fee Rp 500 juta serta 20% sewa lokasi selama lima tahun. Fasilitas lainnya bagi mitra adalah renovasi lokasi, peralatan dan perlengkapan gerai dan pelatihan.

Agar usaha mitra lancar, Anomali menerapkan sistem full operation. Sehingga, mitra pun tinggal menerima laporan keuangan tiap bulan.

Setiap gerai Anomali membutuhkan lokasi seluas 200 m2 dan delapan karyawan. Jam operasionalnya pun mulai dari pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB.

Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal usaha dipatok dua sampai tiga tahun. Dengan catatan, tiap harinya dapat mengantongi total penjualan sekitar Rp 15 juta.

Bila dikalkulasi, saban bulan total omzet yang didapat kan sekitar Rp 450 juta. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan operasional, porsi keuntungan yang bisa dikantongi berkisar sekitar 15%-25% dari omzet.

Ryo menambahkan sampai tahun 2020, mereka akan mengoperasikan 22 unit gerai yang tersebar di beberapa kota besar seperti Bali, Bandung, Makassar, dan Surabaya.

Erwin Halim, Pengamat Usaha menilai potensi usaha kopi masih sangat besar. Apalagi, di negeri ini banyak jenis kopi dan penyuka kopi. Ditambah dengan kebiasaan masyarakat yang banyak melakukan pertemuan di kedai kopi.

Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah suasana lokasi, harus dibuat nyaman, selain memperhatikan kualitas kopi. Lainnya, suplai bahan baku dan sistem operasi juga harus menjadi perhatian agar bisnus berjalan lancar.

Tidak ketinggalan, proses pelatihan juga harus terus mengukuti SOP, serta dijaga karena akan berhubungan dengan kualitas pelayanan kepada konsumen. n

Anomali Coffee Jl. Kemang Raya No. 72 Unit G Jakarta Selatan Telp. (021) 71794883

Reporter Tri Sulistiowati Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Kinerja MITI 2017 tergantung harga migas
  2. GPRA bagikan dividen Rp 3 per saham
  3. Perdagangan perdana, saham KMTR naik 49,56%
  4. Bagi-bagi dividen menjelang libur Lebaran
  5. IHSG merangkak, inilah saham pilihan hari ini
  1. Kejar Rp 90 triliun, Pajak bedah data tax amnesty
  2. Begini cerita Dirut PLN soal polemik tarif listrik
  3. Yusuf Mansur dilaporkan ke polisi
  4. Temuan sel mewah, Kalapas Cipinang dinonaktifkan
  5. Kemkeu sudah serahkan draf RUU redenominasi ke DPR

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG