Mengiris kenyal profit Pempek Finfin

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Mengiris kenyal profit Pempek Finfin Rabu, 05 April 2017 / 16:55 WIB Mengiris kenyal profit Pempek Finfin

JAKARTA. Lezat dan gurihnya pempek, membuat makanan olahan ikan tenggiri dan tepung sagu ini digemari masyarakat. Pempek yang asalnya dari kota Palembang, kini juga gampang ditemukan di kota-kota besar lainnya.

Makanan yang bertekstur kenyal dan berpadu sempurna dengan kuah berasa asam manis yang khas ini pun menarik pelaku usaha untuk menarik untung dengan menjajakannya.

Salah satu pelaku usaha yang terjun di bisnis ini adalah Tohirin. Dia membuka gerainya di Rawamangun, Jakarta Timur sejak 1990. Gerai pempek Tohirin bernama Pempek Finfin.

Setelah puluhan tahun mengolah pempek, dia tertarik juga untuk mencoba peluang kemitraan. Maka, baru tahun 2016 lalu, Tohirin mengemas penawarakan kemitraan Pempek Finfin. Saat ini, Pempek Finfin memiliki dua mitra yang berlokasi di Jakarta dan Cibubur.

Tohirin menawarkan waralaba Pempek Finfin dengan paket kemitraan senilai Rp 5 juta. Dengan investasi ini, mitra akan mendapat produk pempek siap goreng sebanyak 300 biji, kuah cuka 10 liter, booth kecil, poster, dan flyer.

Untuk membantu bisnis mitra berkembang, Pempek Finfin tidak menetapkan adanya biaya royalty fee. Namun, Tohirin mewajibkan mitra untuk selalu membeli semua bahan baku, yakni pempek dan cuka di pusat.

Dia bilang, konsep dari gerai Pempek Finfin adalah usaha rumahan. "Konsep jualan cocok di depan rumah atau garasi," kata Tohirin. Untuk mendongkrak penjualan, Tohirin menyarankan mitra untuk mendaftarkan gerai pada aplikasi Gofood di Gojek.

Tohirin menjual harga bahan baku pempek kepada mitranya dari harga Rp 4.500 hingga Rp 15.000 per biji. Sedangkan, mitra dapat menjual pempek yang berukuran kecil di sekitaran harga Rp 6.000 sampai dengan Rp 10.000. Sedangkan, pempek ukuran besar, mitra bisa jual dari harga Rp 17.000 hingga Rp 20.000.

Varian menu dari Pempek Finfin diantaranya terdiri dari pempek lenjer kecil dan besar, kulit, telu, model dan pempek kapal selam. Adapun mitra dapat menambah menu lain seperti cakalang, tekwan, es kacang merah dan es srikaya ketan. Namun, menu diluar pempek ini diluar nilai investasi Rp 5 juta tadi.

Tohirin bilang, mitra yang kini berjalan, berhasil mendapatkan omzet berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dalam sehari. Bila pelanggan sedang ramai, mitra bahkan bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta per hari.

Dari omzet yang didapat, mitra pun bisa menyimpan laba bersih berkisar 50%. Alhasil, mitra diperkirakan akan mendapatkan modalnya kembali dalam satu hingga tiga bulan.

Menurut Tohirin keunggulan pempek buatannya adalah masakan yang diolah dengan ikan berkualitas dan tidak menggunakan MSG atau pengawet. Cuka buatan Tohirin juga lebih kental. "Cuka yang lebih kental lebih bagus, karena kandungan bumbunya lebih banyak," jelas Tohirin.

Reporter Danielisa Putriadita Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Sepekan, Lo Kheng Hong cuan Rp 45 miliar dari PTRO
  2. KPR BPJS TK berbunga mini
  3. Audit pajak Google kelar, ini nilainya
  4. Laba 10 bank besar Feb 2017 melesat dobel digit
  5. Grup Lippo masuk Bumiputera?
  1. Sekjen FUI bicarakan duduki paksa DPR/MPR
  2. Prabowo: Anies-Sandi tak akan tipu rakyat
  3. Anies Baswedan dilaporkan ke KPK soal dana Rp 23 T
  4. Sekjen FUI jadi tersangka, polisi sita Rp 18 juta
  5. Kantor Pajak sudah tak tertarik data kartu kredit

Feedback ↑ x Feedback ↓ x

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG