Mereguk legit bisnis kafe coklat

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Mereguk legit bisnis kafe coklat Jumat, 02 Juni 2017 / 16:44 WIB Mereguk legit bisnis kafe coklat

JAKARTA. Banyaknya penyuka coklat di negeri ini, menjadi peluang untuk berbisnis olahan coklat. Salah satunya, bisnis minuman coklat. Arif Tirtana pun mengambil peluang ini dengan mendirikan Royal Cokelat Cafe di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berdiri pada 2015, Februari ini Arif menawarkan kemitraan kafe coklatnya. Kini, sudah ada dua mitra yang bergabung di Sukoharjo dan Karanganyar. “Rencananya cabang mitra di Solo juga segera buka,” ujar Arif.

Konsep gerai ini adalah kafe yang menyajikan berbagai minuman milkshake. Sebagai pelengkap, Arif juga menyiapkan sejumlah camilan untuk menemani para pengunjung bercengkerama bersama teman.

Ada dua paket kemitraan Royal Cokelat Cafe. Pertama, Royal Gold senilai Rp 100 juta. Kedua, Royal Platinum senilai Rp 150 juta.

Mitra kedua paket ini akan mendapat dukungan manajemen pusat, bahan baku, mesin kasir, promosi dan pemasaran melalui sosial, desain grafis untuk promo, peralatan usaha dan seragam. Pusat juga akan melakukan evaluasi rutin. Mitra Royal Platinum mendapat tambahan fasilitas berupa booth outdoor dan meja bartender.

Kerjasama kemitraan berlangsung seumur hidup. Setelah bulan ke tujuh dan sudah mengantongi omzet, pusat akan mengutip biaya royalti 3% dari omzet. Mitra juga tak diperkenankan mengganti, mengurangi menu dan wajib memasok bahan baku ke pusat.

Gerai Royal Cokelat Cafe bisa berada di depan pusat perbelanjaan atau kawasan pusat kota dengan kebutuhan ruang minimal 150 m2.

Punya citarasa khas

Ada sekitar 15 menu milkshake yang ditawarkan. Diantaranya, royal chocochips, royal hazelnut, royal caramel, durian knight, strawberry queen, vanilla princess, oreo prince, choco king, mighty mint choco, vanilla frozen ice emperor, dan aneka dessert lain. Kisaran harganya mulai Rp 10.000-Rp 20.000 per gelas.

Arif memasang target mitra bisa meraup omzet Rp 40 juta-Rp 80 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya sewa tempat, bahan baku, gaji pegawai dan biaya operasional, mitra masih bisa mendapat laba bersih sekitar 70% dari omzet.

Dengan estimasi tersebut, balik modal bisa enam bulan sampai delapan bulan. Arif menargetkan untuk menggandeng tujuh mitra baru lagi pada tahun 2017.

Levita Supit, Ketua Umum Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) melihat peluang bisnis gerai minuman cokelat cukup besar mengingat menu dengan bahan baku cokelat memang disukai semua orang. "Bisnis ini peluangnya baik karena dibuat sedemikian rupa dengan beraneka macam menu," ujar Levita.

Agar lebih menggairahkan usaha, Levita menyarankan untuk pusat ataupun mitra menyediakan kualitas rasa minuman dengan citarasa yang khas. Gerai yang memilih fokus menyajikan milkshake pun harus bisa menyasar keinginan konsumen saat ini. Dengan begitu, omzet yang ditargetkan pun bisa tercapai.

Selain memperhatikan kualitas rasa, Levita juga menuturkan lokasi usaha penting diperhatikan untuk perkembangan bisnis mitra. Karena ini menyasar semua kalangan masyarakat, disarankan untuk memilih area yang ramai ataupun lokasi pusat perbelanjaan yang sering dikunjungi.

Royal Cokelat Café Jl. Muwardi 10, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah HP. 085227323445

Reporter Jane Aprilyani Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Keluarga Tannos berupaya agar aset tak disita
  2. Amien Rais tak bantah mengalir dana ke rekeningnya
  3. Pembelian saham Bank Banten mandek
  4. Para profesional mencairkan laba di pasar saham
  5. Rating negara sama, yield SUN Indonesia tertinggi
  1. Penantian pengembang di proyek reklamasi
  2. Amien Rais tak bantah mengalir dana ke rekeningnya
  3. BI: Ini waktu yang tepat untuk redenominasi rupiah
  4. Uang korupsi Siti Fadilah mengalir ke Amien Rais?
  5. Ketua MUI: Kasus Rizieq harus diungkap transparan

Feedback ↑ x Feedback ↓ x Close [X]

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG