Tusukan bisnis siomay kurang lezat

PELUANG USAHA / PELUANG USAHA Tusukan bisnis siomay kurang lezat Minggu, 07 Mei 2017 / 17:25 WIB Tusukan bisnis siomay kurang lezat

JAKARTA. Kudapan siomay memang tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Olahan ikan ini sangat digemari. Buktinya, penjaja siomay dengan mudah Anda temui. Mulai kelas gerobak, hingga resto di pusat belanja.

Banyak pengusaha tertarik terjun pada bisnis kuliner ini. Maklum, selain pasar yang besar, penyajiannya cukup mudah. Tak heran, setelah menjalankan usahanya beberapa saat, mereka lantas menawarkan kemitraan.

Dalam review usaha kali ini, KONTAN akan mengulas perkembangan dan kondisi terkini beberapa pengusaha yang pernah menawarkan kemitraan siomay. Diantaranya adalah Siomay Hana, Siomay Hotmama dan Siomay Bang Mandor.

Siomay Hotmama

Usaha ini didirikan Heta Devahayu di Yogyakarta pada tahun 2011. Setelah tiga tahun berjalan, Deva baru berani menawarkan kemitraan. Saat KONTAN mengulasnya pada Oktober 2015, Siomay Hotmama sudah membuka lima gerai mitra. Kini, gerainya sudah berjumlah delapan.

Deva bilang, harga paket yang terjangkau menjadi daya tarik mitra. Oleh karena itu, dia tak mengubah nilai paket kemitraannya. Ada tiga paket, senilai Rp 2,5 juta, Rp 4,5 juta dan Rp 7,5 juta.

Untuk paket Rp 2,5 juta, mitra akan mendapat hak menggunakan merek Siomay Hotmama, flyer, x-banner, bahan baku awal 150 porsi dan pelatihan karyawan. Sementara paket Rp 4,5 juta, mitra dapat bahan baku 240 porsi, ditambah gerobak kecil. Untuk paket Rp 7,5 juta, bahan baku tersedia untuk 350 porsi dan gerobak outdoor.

Namun, paket investasi itu tidak termasuk tempat usaha. Mitra harus menyiapkan ruang berukuran 2×3 m2 dan seorang karyawan. Sistem kemitraan masih sama, yaitu berlangsung selamanya, selama mitra berbelanja bahan baku ke pusat. Pusat tidak mengutip biaya royalti.

Deva juga menawarkan sistem reseller. Untuk pembeli yang ingin menjadi reseller, hanya perlu menjual 10 pak siomay beku dengan harga Rp 38.000 berisi 20 pieces. Nantinya, reseller bisa menjual dengan harga sendiri dan bisa memasarkan ke kafe, katering, sekolah dan lain-lain. “Saat ini sudah ada reseller yang bergabung dari Brebes dan Tegal,” ucapnya.

Selain menawarkan kemitraan dan reseller, Deva juga menyajikan menu camilan baru. Sebelumnya, ada menu siomay ayam original, siomay ayam udang, dan siomay goreng mayo. Kini, ada menu baru seperti siomay kenyil dan cilok bohay yang dikemas dalam kondisi beku. Harga siomay kenyil Rp 6.000 per porsi dan siomay lain Rp 10.000 per porsi.

Meski kemitraan usaha Siomay Hotmama berkembang, Deva menyebut ada kendala yang dihadapi. Yakni, proses pengiriman. Sebab, siomay tak menggunakan pengawet.

Oleh karena itu, Deva tak menerima mitra di daerah yang tak terjangkau travel. "Karena kalau pake ekspedisi makanan bisa basi,” sebut Deva. Tahun 2017, Deva berencana mengembangkan kemitraan gerobak motor dan akan beroperasional setelah Lebaran di Pekalongan.

Siomay Hana

Bisnis siomay tidak terasa legit oleh Anne Susanti. Usaha kemitraan siomay yang dia dirikan di tahun 2014 urung berkembang. Belum sempat mengelola gerai mitra, siomay dengan merek Hana ini malah vakum. Produksi menjadi kendala utama usaha ini.

Sekarang, Anne pun sudah tak memproduksi siomay lagi. Tanpa sebut rencana usaha kedepannya, Anne bercerita bahwa siomay Hana sudah vakum sejak tahun 2015. Anne bilang, usaha yang ia rintis vakum akibat kekurangan tenaga kerja untuk proses produksi.

Kendala ini juga berpengaruh pada perkembangan kemitraan Siomay Hana. Akibat produksi mandek, Siomay Hana juga tak bisa jalin kerjasama dengan calon mitra.

Alhasil, sejak menawarkan kemitraan di tahun 2014, hingga vakum di tahun 2015 hanya ada satu gerai Siomay Hana yakni di Depok, Jawa Barat.

Sempat diwawancarai KONTAN pada 2014 lalu, Siomay Hana menawarkan kemitraan dengan paket investasi Rp 15 juta. Investasi ini sudah mencakup peralatan lengkap. Siomay Hana sempat proyeksikan omzet sebesar Rp 12 juta untuk mitra.

Siomay Bang Mandor

Usaha siomay lainnya adalah Siomay Bang Mandor asal Jakarta. Usaha ini didirikan Paulus Eko sejak Desember 2012. Pasar siomay yang tinggi membuat Paulus mantap menawarkan waralaba Siomay Bang Mandor pada Juni 2013.

Namun, tingginya pasarternyata tidak membuat jumlah mitra Siomay Bang Mandor bertambah sejak Kontan pernah ulas pada Maret 2016. Kini gerai Siomay Bang Mandor tetap berjumlah 10 gerai, yang terdiri dari tiga gerai milik pusat dan tiga gerai milik mitra. Gerai Siomay Bang Mandor tersebar di wilayah Jabodetabek.

Paulus mengatakan, penyebab tidak bertambahnya mitra Siomay Bang Mandor karena rata-rata karyawan kurang kooperatif. Selain itu, ketidaksabaran dalam berusaha juga menjadi penyebab adanya gerai mitra yang tutup. “Dalam satu bulan belum capai target sudah tutup,” kata Paulus.

Meski jumlah mitra belum bertambah dalam setahun belakangan ini, Paulus masih optimis bisnis siomay masih punya prospek bagus. “Pasar untuk siomay masih terbuka lebar, karena siomay termasuk kuliner abadi yang selalu dicari seperti bakso, pempek, dan mie ayam,” kata Paulus.

Lantaran tak ada penambahan mitra baru, Paulus juga tak mengemas perubahan harga paket investasi Siomay Bang Mandor. Saat ini, dia masih menawarkan paket Siomay Bang Mandor senilai Rp 3,5 juta dan Rp 5 juta.

Dengan paket investasi tersebut, mitra akan mendapat 2.000 porsi bahan baku, perlengkapan dan peralatan usaha, pelatihan karyawan dan booth. “Beda dua paket terletak pada booth saja,” ujar Paulus. Kemitraan ini tidak dipungut biaya royalti.

Demikian juga dengan harga jual siomay, masih tetap sama. Siomay Bang Mandor dibanderol Rp 15.000 per porsi dengan isi lima buah siomay. Sementara harga modal siomay sebesar Rp 2.000 per biji. Meski begitu Paulus membebaskan mitranya untuk menetapkan harga. Dia juga memberi kebebasan kepada mitranya untuk menyiapkan kentang, tahu, kol, dan telur rebus sendiri, agar mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Siomay Bang Mandor hanya menggunakan bahan baku ikan tenggiri. Terkadang hal ini bisa memunculkan kendala, saat stok ikan tenggiri tidak stabil lantaran cuaca kurang bersahabat. Paulus mengatakan, ketika cuaca tidak bersahabat dan datang badai, suplai ikan tenggiri ke usahanya jadi macet. Maklum usaha milik Paulus masih kalah saing dengan pemesan ikan tenggiri dari perusahaan besar.

Paulus menargetkan hingga akhir tahun, dia bisa menggandeng lima mitra baru Siomay Bang Mandor. Untuk mencapai target tersebut, Paulus gencar melakukan inovasi, khususnya dalam promosi marketing.

Salah satunya Paulus menerapkan penghargaan bagi mitra yang berhasil melakukan pemesanan lebih dari 50.000 biji siomay dalam satu tahun. Kelak, mitra tersebut akan mendapat liburan gratis.

Selain itu, Paulus juga menerapkan komisi royalti rekomendasi. Dalam konsep ini, mitra yang merekomendasikan orang lain untuk bermitra dengan Siomay Bang Mandor akan mendapat komisi sebesar 10%. “Saat mitra baru tadi sudah mulai order, berapapun orderan mitra baru tadi akan dikali Rp 100 per pieces untuk royalti bagi mitra yg merekomendasikan,” jelas Paulus.

Reporter Danielisa Putriadita, Jane Aprilyani, Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati Editor Havid Vebri

USAHA IKM

  1. Ratu kecantikan penerus bisnis Olympic
  2. Wiranto segera panggil Kapolri dan Panglima TNI
  3. Jokowi: Target tahun ini impor jagung stop
  4. ESDM: 37 pembangkit di proyek 35.000 MW beroperasi
  5. Sandiaga Uno minta maaf menerobos jalur busway
  1. Ingkar janji saham DLTA, Anies bisa kena sanksi
  2. Reliance: Akuisisi WOM Finance belum berakhir
  3. Tarif internet Telkomsel dan operator lain mahal?
  4. Rizal Ramli beberkan dosa IMF di korupsi BLBI
  5. Garuda evaluasi rute merugikan

Feedback ↑ x Feedback ↓ x

Leave a Reply

Blogs
What's New Trending

Related Blogs

Sign up for newsletter

Get latest news and update

Newsletter BG